Utrecht: Kota Pelajar-nya Belanda

By September 16, 2014 Blog No Comments
Lovely afternoon in Utrecht

Di sinilah kota dimana Rene Descartes mengajar. Bapak dari filsafat modern ini terkenal dengan  proposisi “Cogito ergo sum” atau “I think, therefore I am.” Meskipun berkebangsaan Perancis, filsuf, penulis dan juga ilmuwan matematika ini, menghabiskan banyak masa hidupnya di Universiteit Utrecht, Belanda.

Di sini pula salah satu tokoh dalam kisah Negeri Van Oranje, Daus, menuntut ilmu hingga lulus S-2.  Utrecht adalah salah satu universitas tertua di Belanda (berdiri 26 Maret 1636), dan merupakan salah satu yang terbesar.

Universiteit Utrecht memang sedari dulu termasyur dan memiliki tradisi panjang, sebagai salah satu pusat studi pilihan utama. Hingga saat ini Utrecht adalah universitas nomer 40 di dunia, nomor 6 se Eropa dan nomer 1 di Belanda. Banyak guru-guru besar nya memegang profesi penting di berbagai organisasi dunia.

Utrecht Universiteit

Berbicara soal kelengkapan belajar sebuah universitas, tentu harus bicara tentang perpustakaannya. Utrecht memiliki perpustakaan yang megah, nyaman, dan sangat lengkap fasilitasnya. Mulai dari monitor komputer ukuran besar yang nyaman, ruang studi privat, hingga tersedianya bantal-bantal raksasa, untuk meluruskan badan setelah penat belajar.

Tiada lengkap perpustakaan tanpa  koleksinya. Bicara koleksi perpustakaan Utrecht, kita berbicara akan koleksi fisik literatur buku sebanyak empat kali lapangan sepak bola. Ada yang bercerita bahwa koleksi buku disini, lebih lengkap daripada London School of Economics, serta database buku milik Universitas Utrecht sejak dulu termasuk salah satu yang terlengkap di dunia.

Selain koleksi fisik yang memukau, koleksi digital perpustakaan ini tak kalah menakjubkan. Mahasiswa Utrecht  selama menjalani kuliah, akan memiliki akses unlimited ke berbagai jurnal ilmiah, sehingga tak akan susah mengakses berbagai perkembangan referensi keilmuan terbaru dari dunia internasional.

Jurusan apa yang menjadi favorit di Universiteit Utrecht? Sangat banyak yang menjadi favorit, sastra, ilmu sosial, hukum, geoscience, kedokteran, kedokteran hewan, dan  MIPA.  Utrecht telah menghasilkan 12 peraih Nobel dan 13 peraih Spinoza.

Baiklah, selain tempat kuliahnya yang nomer satu, sebagai kota pelajar maka kotanya harus pelajar friendly juga toh? Jangan khawatir. Seluruh tempat di kota Utrecht sangat nyaman, banyak spot menarik untuk duduk-duduk di kafe untuk menikmati secangkir kopi, dengan potongan kecil kue verkade atau sepotong kecil cokelat yang disajikan bersama setiap gelas kopi.

Utrecht Cafe Pinggir Kanal

Masyarakat lokal sudah sangat terbiasa dengan kehadiran banyak international student diantara mereka. Ditambah lagi bahasa tidak pernah menjadi kendala disini. Seperti diketahui, sudah lama masayarakat Belanda dapat dengan mudah berganti bahasa ke bahasa Inggris dan Perancis.

Energi positif juga dapat dirasakan selama menimba ilmu disini, kota Utrecht disebut oleh BBC sebagai the happiest city in the Netherlands. Mengapa? Menurut BBC karena happiness levels in Utrecht would be high and attributed this to the fact that it is a compact city with a large variety of people and activities. All elements important to city life, like shopping, culture and nightlife, are available within its small inner city.

Satu lagi fakta menarik yang menjadi fasilitas penting kota di Belanda, sepeda. Bersepeda sudah sangat lumrah di Belanda. Namun hanya Utrecht yang memanjakan pengguna sepeda di kotanya. Utrecht diklaim sebagai kota teramah bagi pengguna sepeda di dunia. Pemerintah kota Utrecht membangun 12.500 fasilitas parkir sepeda yang ditasbihkan sebagai terbesar di dunia.

Parkir Sepeda di Sepanjang Utrecht Kampus – Drift

Kembali, mengutip apa kata si tokoh Daus tentang Universiteit Utrecht tercinta, dari sudut pandangnya:

“Seperti monumen matahari, yang menjadi lambang Universitasnya, Universitas Utrecht memang ibarat matahari yang memancarkan ilmu ke kita semua.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.