Tips dan trik berhemat studi di Belanda

By September 6, 2014 Blog One Comment

Orang Belanda dikenal sebagai orang-orang yang sangat ‘berhitung’ untuk mengeluarkan uangnya. Tak heran istilah pelit seringkali melekat pada mereka. Bahkan, istilah bayar masing-masing pun diistilahkan sebagai go-dutch.

Namun, berhitung-hitung pengeluaran ketika kita sedang di negara orang, terutama Belanda, tentu sangatlah dianjurkan. Karena, walaupun kita sudah mendapatkan beasiswa ataupun mendapat dukungan dari orang tua, namun tidak berarti kita bisa hidup berfoya-foya. Apalagi jika kamu ternyata tidak seberuntung teman-teman lain yang mendapatkan beasiwa, maka menghitung-hitung komponen biaya untuk bisa bertahan di Belanda adalah hal penting.

Yuk, kita sama-sama bahas komponen biaya untuk studi dan hidup di Belanda beserta tips-tips singkat untuk menjadikannya lebih “murah” lagi:

1. Biaya Kuliah (Tuition Fee)
Edukasi berkualitas tinggi sebanding dengan biaya untuk menggapainya. Studi di Belanda memang tidak bisa dibilang murah jika dibandingkan dengan studi di dalam negeri. Namun, jika dibandingkan dengan negara-negara dengan kualitas edukasi baik, biaya studi di Belanda masih lebih terjangkau.

Biaya kuliah di Belanda memang beragam tergantung dengan Universitas dan program studi yang kita pilih, namun bagi International Student per tahunnya membutuhkan biaya (per tahun 2014) antara 7,000 – 11,000 Euro untuk jenjang Bachelor Degree (S1) dan 12,000-18,000 Euro untuk Master Degree (S2).

Selain berburu beasiswa penuh yang dapat kamu temukan di website-nya NESO, rajin-rajinlah menelusuri semua informasi dari web Universitas. Pihak Universitas juga memiliki program beasiswa sendiri berupa potongan Tuition Fee. Lumayan kan bermodal menulis Motivational Letter dengan lebih serius dan kita bisa berhemat beberapa ribu Euro?

2. Biaya Tempat Tinggal (Housing Fee)

Mencari tempat tinggal di Belanda memang tergantung itu susah-susah gampang. Seperti mencari jodoh. Ada beberapa pilihan: tinggal di asrama kampus, sewa kamar/apartemen, atau tinggal bersama keluarga di Belanda (yang ini opsi terbaik karena akan sangat menghemat biaya).

Selain itu, biaya tempat tinggal di Belanda berbeda-beda dan tergantung dari beberapa faktor seperti:

  • Kota. Kota-kota besar tentu harganya akan jauh lebih mahal dibanding dengan kota lainnya.
  • Jarak ke Pusat Kota dan Kampus. Semakin dekat tempat tinggal dengan pusat kota atau area kampus maka harganya akan menjadi lebih mahal.
  • Kelengkapan Fasilitas. Semakin lengkap fasilitas tentu harga per bulannya akan semakin mahal, namun rata-rata tempat tinggal untuk para mahasiswa di Belanda sudah cukup lengkap, setidaknya sudah disediakan peralatan untuk memasak dan mencuci pakaian.

Rata-rata biaya tempat tinggal kelas menengah (mid level) tipe asrama mahasiswa per bulannya berkisar antara 335-580 Euro, Sedangkan untuk tipe Apartemen berkisar antara 450-1000 Euro.

Pertama kali tiba di Belanda, carilah asrama kampus atau apartemen yang memiliki fasilitas lengkap (furnished/Semi Furnished). Kita belum terbiasa dengan segala sesuatunya dan belum mendapat banyak informasi mana tempat tinggal yang terbaik dari segi harga. Oleh karena itu lebih baik memilih tempat tinggal yang sudah memiliki fasilitas lengkap seperti dapur, peralatan masak, perlengkapan makan, penghangat ruangan dan mesin cuci.

Sewa asrama atau apartemen dalam jangka waktu antara 4-6 bulan saja saat pertama kali tiba di Belanda. Setelah 1 bulan pertama tinggal di Belanda maka kamu akan terbiasa dengan suasana kota tempat kita tinggal dan mendapat informasi tempat tinggal yang lebih lengkap. Di saat itulah kamu mulai bisa mempertimbangkan untuk pindah ke tempat lain dengan budget yang lebih murah atau mungkin sudah cukup nyaman dengan tempat tinggal yang sekarang dan tinggal melanjutkannya saja.

Pastikan harga yang akan ditawarkan sudah “all-in”, termasuk pajak kota, listrik, air, gas dan internet (dijamin puas dan gak rugi dengan kecepatan bandwith internet Eropa).

3. Biaya Makan (Meal Cost):

Harga makanan di Belanda pada umumnya lebih mahal dibandingkan dengan di Indonesia. Untuk satu kali makan-minum di Belanda kita setidaknya menghabiskan 6-10 Euro untuk makanan ala fastfood, dan di atas 10 Euro jika kita makan di restoran atau cafe. Harga makanan akan menjadi lebih mahal lagi jika kita sering-sering ‘kangen’ untuk makan makanan khas Indonesia di Belanda.

Memasak sendiri artinya hemat berat. Kamu bisa berbelanja kebutuhan memasak di pasar tradisional Belanda ataupun supermarket. Namun perlu diingat bahwa tidak semua pasar tradisional buka setiap hari. Beberapa kota di Belanda memiliki jadwal pasar tradisional tersendiri . Dengan memasak sendiri kamu bisa menghemat hampir 50% lebih biaya makan dibandingkan membeli makanan yang sudah jadi.

Beberapa supermarket biasanya memiliki produk-produk dengan merk sendiri dengan harga yang lebih murah. Selain itu, ada juga beberapa produk yang dibuat dengan subsidi dari pemerintah, seperti merk Euroshopper, dan tentunya harga lebih murah.

Di saat menjelang tutup, beberapa toko roti juga menawarkan diskon yang cukup menggiurkan.

4. Biaya Transportasi (Transportation Cost):

Transportasi di Belanda disediakan dengan sangat nyaman. Namun harganya pun tidak murah pula. Untuk tarif bus dalam kota akan mengeluarkan biaya 1,6 hingga 3 Euro dalam sekali jalan tergantung dari jarak tempuhnya. Jika satu hari kita pulang-pergi kampus 1 kali saja sudah menghabiskan setidaknya 3,2 Euro.

Mode transportasi terbaik dalam kota Belanda tentu saja sepeda. Semua orang di Belanda menyukai bepergian menggunakan sepeda. Setiap kota sudah dilengkapi dengan jalur sepeda yang membuat kamu akan semakin merasa nyaman dan aman bersepeda di Belanda.

Daripada menghabiskan uang menggunakan Bus atau Tram maka lebih baik membeli sepeda dan mulai Bike to Campus bersama-sama dengan mayoritas warga Belanda lainnya. Menyenangkan dan sehat tentunya karena semua kota Belanda bebas polusi dan kontur tanah yang cukup datar sehingga kamu tidak akan kelelahan mengelilingi kota Belanda dengan sepeda. Jangan lupa untuk membeli kunci sepeda dengan kualitas yang baik untuk mengamankan sepedamu dari para pencuri.

Jika ingin bepergian ke luar kota, cek promo dan diskon khusus pelajar di website kereta api belanda (http://www.ns.nl) sebelum bepergian. Bisa juga berhemat naik kereta dengan membeli Kortingkaart (kartu diskon) di stasiun. Fasilitas diskon Kortingkaart bisa digunakan untuk 2 atau 3 orang teman yang bepergian bersama-sama (samenreizing). Kumpulkan teman-teman yang hobi bepergian dan beli 1 kartu dengan biaya patungan untuk menghemat biaya transportasimu.

5. Biaya Penunjang Pendidikan (Educational Supporting Cost):

Buku-buku pelajaran (textbook) akan menjadi bagian yang tak terpisahkan saat kita studi di Belanda. Para dosen biasanya akan memberikan beberapa referensi buku yang digunakan dalam satu subyek studi. Di Belanda adalah hal yang ilegal untuk mem-fotocopy satu buku dan membawanya dalam ruang kelas karena melanggar hak cipta dari buku-buku tersebut. Hal ini berarti mau tidak mau kita perlu membeli buku asli yang harganya tentu tidaklah murah.

Membeli buku bekas bis amenjadi salah satu trik yang dapat dilakukan. Oleh karena itu bertemanlah dengan para senior dan juga teman-teman sebangsa yang tergabung dalam PPI (Persatuan Pelajar Indonesia), jika beruntung bahkan kamu bisa mendapatkan buku bekas dengan gratis. Jika kita belum mengenal siapa-siapa, tidak perlu kuatir, bukalah toko online seperti http://www.bol.com  yang juga menyediakan buku bekas dengan harga terjangkau

Sering-seringlah berkunjung ke Perpustakaan Kampus. Kadang kita tidak bisa membeli semua buku yang kita perlukan, namun kabar baiknya adalah mayoritas kampus di Belanda memiliki perpustakaan yang sangat lengkap, jadi berkunjunglah ke perpustakaan dan cari buku yang kamu perlukan. Belajar di tengah keheningan perpustakaan Belanda yang lengkap dan bangku yang nyaman tidak pelu mengeluarkan biaya apa-apa.

6. Anggaran Hiburan & Liburan (Entertainment & Vacation Budget):

Tinggal di Belanda tentu menyediakan berbagai pilihan untuk bersenang-senang dan berlibur ke kota-kota lain di Belanda dan Eropa. Sayang rasanya jika selama kita tinggal di Belanda, kita tidak mempersiapkan budget untuk berkeliling dan menikmati Eropa. Setidaknya siapkan biaya yang cukup untuk pergi ke tempat-tempat impianmu sedari dulu.

Dapatkan informasi mengenai festival di Belanda yang spesial dan gratis. Ada banyak sekali festival unik di Belanda yang diselenggarakan di setiap musimnya, dan tidak sedikit yang gratis. Jadi jangan lewatkan kesempatanmu untuk datang ke festival gratisan tersebut (silahkan baca infonya di: Menikmati Festival ala Belanda).

Pantau setiap promo dari maskapai pesawat murah di Belanda seperti RyanAir. Booking tiket pesawat saat promo spesial tiba, perlu diingat bahwa pada musim panas, turis mancanegara banyak berdatangan ke Eropa dan pada saat itu semua harga akan menjadi lebih mahal. Kamu bisa menghemat banyak Euro jika pada musim dingin tidak bosan menanti promo penerbangan murah untuk musim panas nanti.

Rencanakan perjalananmu setidaknya 3-4 bulan sebelumnya dan usahakan untuk bepergian lebih dari 1 orang. Saat kamu merencanakan untuk keliling Belanda dan Eropa, pergi bersama-sama akan menjadi petualangan yang menyenangkan, dan juga lebih menghemat untuk biaya akomodasinya. Selain itu, lebih cepat lebih baik, agar tidak kehabisan saat musim liburan tiba.

7. Biaya Lain-Lain (Misc Cost):

Kadang kala perlengkapan standar yang disediakan oleh asrama tidaklah cukup, kita masih perlu perabotan lain untuk membuat kita tinggal lebih nyaman di Belanda.

Cobalah untuk barang keperluan rumah yang second hand, kualitas barang second hand di Eropa terkenal masih cukup baik untuk digunakan. Sama seperti di Indonesia, kita bisa membeli barang bekas di pasar loak, salah satu yang tempat yang terkenal adalah Haarleemerstraat Amsterdam. Jika kita tidak sempat ke Amsterdam, kita bisa juga dengan mudah mencari barang baru maupun bekas secara online di web Marktplaats (http://www.marktplaats.nl) atau situs-situs baranag bekas lainnya.

Se;lain itu, sebagai sesama orang Indonesia kadang kita memiliki kebutuhan yang sama. Biasanya, jika selalu ada penawaran barang-barang tertentu dari para senior yang akan kembali pulang ke Indonesia. Tentu dengan harga “persaudaraan” yang juga bisa menghemat biaya lain-lain ini.

***

Tips dan trik singkat tersebut sudah teruji oleh pengalaman-pengalaman kami saat studi dan tinggal di Negeri van Oranje selama bertahun-tahun.Tips lebih banyak bisa kamu dapatkan melalui novel kami tentunya.

Kadang kala, kita bisa merenungi nasib mata uang Rupiah kita saat ini yang masih tidak bisa bersaing secara global. Bahkan bisa membuat kepala kita cenat-cenut ataupun mengelus dada saat mencoba mengonversi Euro ke Rupiah.

Namun kita perlu ingat untuk tidak pernah takut studi di Belanda. Studi di Belanda adalah investasi masa depan dan siapa tahu nanti kamu yang akan mendongkrak perekonomian Indonesia sehingga memperkuat Rupiah terhadap Euro.

Tidak ada yang mustahil bukan di hidup ini, ada banyak cara untuk kamu bisa studi di Belanda, dan salah satunya adalah dengan mencari peluang Beasiswa Studi di Belanda yang akan kita bahas pada blog post selanjutnya ya.

“Teruslah untuk bermimpi dan berjuang tanpa lelah, saat kesempatan itu datang pastikanlah tanganmu yang terlatih tidak lelah untuk menyambutnya!”

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.