Anandita Lintang Persada, anak tengah dari 3 bersaudara. Kakaknya Anandani Wulan Pertiwi, dan adiknya Anandino Surya Khatulistiwa. Ayahnya berdasar etnis Jawa, ibunya keturunan etnis Minang, walaupun keduanya lahir dan besar di Jakarta. Lintang sendiri sudah menganggap dirinya orang Jakarta. Ayah Lintang digambarkan sebagai sosok yang bijak dan lembut. Ibu Lintang digambarkan sebagai sosok yang lebih dominan dan (agak) bawel.

Lahir dari keluarga yang sangat nasionalis, yang menanamkan rasa cinta kepada bangsa Indonesia sejak dini, dan sepanjang hidupnya terlatih sebagai penari tradisional.

Lintang sosok yang penuh paradoks. Suka menari tapi senang membuat prakarya dengan palu dan gergaji.  Nasionalis hardcore, tapi bercita cita pacaran sama bule. Mungkin karena dia anak tengah, membuatnya bersifat sedikit pembrontak dari keluarganya yang cenderung konvensional dan konservatif.

Lintang tumbuh sebagai anak kalangan menengah di Jakarta, dan punya masa remaja tipikal anak Jakarta, dengan segudang teman dan segudang kegiatan, karena ia selalu senang berada di tengah keramaian. Demi memajukan impian berpacaran sama bule, Lintang melanjutkan kuliah di Fakultas Sastra – Universitas Indonesia. Selama tahun tahun mahasiswanya, Lintang aktif di Liga Tari UI dan turut dalam misi budaya Indonesia ke berbagai negara, yang juga dimanfaatkan Lintang sebagai ajang prospek calon pacar bule (namun selalu gagal secara tragis).

Lintang diceritakan berpacaran degan serangkaian pria asing, hingga di Belanda pun berpacaran dengan Jeroen, teman sekelasnya yang WN Belanda. Walaupun dia bercita-cita punya pacar pria asing, tapi selalu menemukan kendala culture clash dengan nilai2 ketimuran yang (ternyata) masih dia pegang erat. Di lain pihak, dia juga sangat tertarik pada Geri, teman satu geng, karena tampak sebagai sosok pria ideal. Status hubungannya dengan Jeroen dan ketertarikannya terhadap Geri (maupun, sedikit banyak, kepada anggota aagaban lainnya) membuat Lintang dilematis sendiri. Culture Clash yang kerap kali dihadapi Lintang dalam menjalani hubungannya dengan Jeroen juga mebuatnya berpikir dua kali untuk mencari pasangan hidup pria asing.

Penampilan Lintang  selalu chic, tapi kelakuannya sporty. Keras kepala tapi kadang manja dan kekanakan dengan sahabat aagabannya. Perilaku pecicilan, dan dijuluki “Miss Ikut Indonesia” karena gak mau ketinggalan kegiatan apapun. Tapi tegar dan berpinsip saat berhadapan dengan pilihan sulit. Teman-temannya banyak dan beragam karena pembawaannya yang supel, namun sering merasa kesepian ditengah keramaian. Sehingga dia justru jatuh hati pada teman-temannya yang paling dekat, karena merasa hanya merekalah yang mampu mengerti sosok Lintang yang sesungguhnya, tanpa pretensi.