Mencicipi Secuil Dunia Internasional di Rotterdam

By August 29, 2014 Blog No Comments

Bila Belanda sudah masuk ke dalam daftar tujuan anda menuntut ilmu, besar kemungkinan nama Rotterdam sekali dua kali terlintas dalam benak. Sebetulnya Rotterdam itu kayak gimana sih? Apa yang membuat Rotterdam menjadi tujuan pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga profesional dari 160 negara di dunia? Bagaimana iklim pendidikan disana?

Untuk memulainya, orang Belanda punya pepatah begini:

“Amsterdam to party, Den Haag to live, Rotterdam to work”

Bagi sebagian dari kita yang tumbuh atau bekerja di kota besar mungkin akan memaknai pepatah di atas dengan bayangan Rotterdam sebagai metropolis tempat jantung ekonomi Belanda berdenyut. Kota di mana orang-orang sibuk hilir mudik bergegas menuju tempat kerjanya di pagi hari. Gedung-gedung pencakar langit menjulang di sepanjang pusat-pusat bisnis. Antrian tronton keluar masuk pelabuhan.  Terbayang pula lalu-lintas nan padat, macet, ditingkahi klakson menjerit-jerit dari kendaraan yang seakan berlomba mengejar waktu.

Rotterdam Port

Antrian kendaraan di ring A15 Rotterdam

Antrian kendaraan di ring A15 Rotterdam

Skyline Rotterdam

 

Sebetulnya Rotterdam tak ubahnya kota-kota lain di Belanda yang nyaman dihuni, manusiawi, dan menawarkan beragam keunikan khas negeri kincir angin. Mulai dari centrum dengan deretan toko, restoran, hingga café seperti di Lijnbaan atau Hoogstraat yang selalu jadi tempat nongkrong favorit Banjar kala otak sudah mentok dan butuh penyegaran. Taman hijau-ruang terbuka publik menghampar memanjakan (Rotterdam kondang dengan penghijauan yang masif bahkan punya program menanam sayur mayur di ruang terbuka publik. Kebayang kan malam-malam kehabisan sayur lalu mengendap-endap ke taman mencari ketimun kayak si kancil?). Jangan lupa menyebut museum kelas dunia, koleksi arsitektur Rotterdam yang masyhur, sampai event-event seru sepanjang tahun sebagai magnet pelengkap, penghias, sekaligus kebanggaan kota. Ini semua modal bagi kota yang dipimpin Ahmad Aboutaleb, imigran Muslim asal Maroko untuk masuk dalam daftar “52 Places to Go in 2014” oleh New York Times. Sebuah bukti sahih penanda kota yang punya punya pesona.

Gerakan menanam Sayur Mayur di Rotterdam

Zommerfestival Rotterdam

Zommerfestival Rotterdam

Formula 1 Goes to street Rotterdam

Formula 1 Goes to street Rotterdam

Rumah kubus, salah satu karya arsitektur unik di Rotterdam

Segenap keelokan Rotterdam didukung statusnya sebagai kota pelabuhan terbesar kedua dunia membawa banyak keuntungan bagi pelajar yang memilih studi di sini. Inggris tentu saja bahasa yang dikuasai mayoritas penduduk di “Dutch New York”, sebutan Rotterdammers yang tak ingin orang luar membandingkan kota kebanggaannya dengan Amsterdam. Artinya, bagi mayoritas pendatang tiada hambatan untuk membangun komunikasi dimana saja, kapan saja, dalam situasi apapun. Di atas juga sempat disinggung Rotterdam adalah kota tempat masyarakat dunia berkumpul. Memilih Rotterdam sebagai tujuan studi berarti kesempatan menyerap kekayaan budaya dan intelektualitas dari segenap penjuru dunia telah menanti.

Bicara soal pendidikan di Rotterdam tidak mungkin tanpa menyinggung nama yang satu ini: Erasmus Universiteit Rotterdam (EUR). Sejarah universitas ini sudah digoreskan sejak 1913 dengan nama Nederlandsche Handels-Hoogeschool (NHH). Nama Erasmus Universiteit sendiri baru resmi dipakai pada tahun 1973. Inisiatif pendiriannya berakar dari dukungan komunitas dagang di Rotterdam yang dapat ditelusuri hingga masa kejayaan VOC. Sokongan komunitas bisnis ditambah peran sebagai kota pelabuhan internasional selama berabad-abad menjadikan disiplin ilmu ekonomi dan perdagangan sebagai fokus NHH.

Tak heran bila Bung Hatta, proklamator-wakil presiden RI pertama yang juga dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia pun adalah salah satu alumni NHH. Seiring sejarah bergulir mengikuti perkembangan masa, kelas-kelas baru di bidang hukum, ilmu sosial, filosofi, hingga seni dan sejarah pun dibuka. Bergabungnya program studi kedokteran yang tadinya berdiri sendiri menjadikan EUR sebagai salah satu universitas terpenting di Belanda. Kini meski EUR tak lagi total hanya berfokus pada studi ekonomi dan perdagangan, namun kerjasama serta dukungan komunitas bisnis tetap terjalin erat. Beragam perusahaan multinasional yang kaki tangannya menggurita masih memilih untuk bermarkas di dekat kampus EUR. Sebut saja Unilever, Maersk, Shell, hingga Mittal Steel.

Selain Erasmus Universiteit Rotterdam yang sudah kondang sebagai tujuan utama mahasiswa manca negara, atmosfer pendidikan Rotterdam juga diperkaya oleh keberadaan kampus-kampus lain. Sebut saja, Inholland University of Applied Science, Hogeschool Rotterdam, Hogeschool voor Economische Studies, Willem de Kooning Academie, hingga Hogeschool voor Muziek en Dans. Masing-masing institusi pendidikan tersebut menawarkan beragam keunggulan sesuai fokus studi yang dimilikinya.

Erasmus Universiteit Rotterdam

Willem de Kooning Academie

 

Rotterdam Hogeschool

Keberadaan industri maritim serta beragam institusi bisnis, ekonomi, konsultan dan lain sebagainya di Rotterdam menjadikan kesempatan untuk menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan senantiasa terbuka lebar. Contoh kerjasama yang sudah terjalin dapat ditemukan dengan mudah di berbagai sektor kehidupan kota ini: mulai dari industri kreatif hasil dari ditetapkannya Rotterdam sebagai European Youth Capital, kerjasama dalam bidang arsitektur yang membentang di sepanjang sungai Nieuw Maas, transportasi, tata kota, hingga berbagai event dan gelaran budaya yang rutin terselenggara sepanjang tahun.

Unilever Office at Rotterdam

Unilever Office at Rotterdam

Bagi sebuah kota yang luluh lantak oleh bom saat perang dunia kedua berkobar, menarik sekali melihat kemajuan Rotterdam yang terpampang disetiap mata memandang. Iklim pendidikan (http://nvo.or.id/sekolah-ke-belanda-siapa-takut/) dengan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan terbuka lebar cocok bagi individu yang memilih Rotterdam sebagai tujuan studi. Di dalam kelas, diskusi & debat antar mahasiswa yang rata-rata punya tahunan pengalaman sebagai professional merupakan kemewahan intelektual.Sungguh fantastis membicarakan subjek bahan kuliah yang baru disampaikan dari sudut pandang mereka. Kapan lagi secara rutin kita beradu argumen dengan rekan yang bekerja sebagai AVP Bank di Ethiopia sementara diseberang meja ada gadis cantik asal Swedia yang sudah 4 tahun terlibat dalam project Heavy Duty Equipment di Vietnam memasang muka berlipat menunjukkan ketidaksetujuan pendapat? Atau bersama tiga kompatriot asal Hongkong, Taiwan, dan China daratan membicarakan statistik sebagai sistem pendukung pengambilan keputusan dalam manajemen sementara kita dikacangin gara-gara mereka terus menerus diskusi dalam bahasa Mandarin?

Kemewahan intelektual lain juga datang berbentuk kesempatan untuk mendengarkan langsung pengalaman, berdiskusi, hingga mengkritik tanpa perasaan berdosa para dosen-dosen tamu sekaliber eksekutif di Akzo Nobel, ABN-AMRO, TNT, Walikota salah satu kota di Asia Barat, hingga pendiri bisnis online ber-aset miliaran dollar. Meski diskusi dalam kelas hangat namun di petang hari seusai jam kuliah semua pun usai. Waktunya bersama-sama dengan kawan seperjuangan go local menyesap koffie verkeerd di Beurs atau Dudok nan gezellig.

 

Gezellig in Rotterdam!

Gezellig in Rotterdam!

Leave a Reply

Your email address will not be published.